Feeds:
Posts
Comments

Bersamamu

Apakah kau tau…
Dinginnya lembah kasih disenja hari…
Diantara hembusan badai dan kabut menerpa
Yang ada gelap dan gemuruh…
Namun… diantara gelap dan gemuruh…
Ada kebahagiaan diantaranya
Laksana layang-layang putus dari tangan
Laksana burung lempas dari sangkar
Itulah hatiku yang tulus lepas kepadamu

Dan… apakah kau tau…
Saat gitar tua ini kupetik satu demi satu
Tak satupun nada yang seirama
Namun… saat gitar tua ini kupetik bersama
Yah… kau tau, lagu terindahpun akan tercipta
Itulah kita, walau beda, dengan bersama kita pasti bisa

Syair terindahpun akan tertulis untukmu
Diperaduan dewi malam yang dingin
Cicak manjadi saksi goresan tanganku
Sofa bisu dan lentera merah jambu pun…
Manjadi saksi tulusnya cintaku padamu

Aku bukan pujangga…
Aku hanya goresan tinta hidup
Yang akan menggores sejengkal demi sejengkal
Indahnya dunia ini bersamamu…

Advertisements

Sedang mencoba menghidupkan hati yang mati
Dilanda pancaroba… kering dah hampa…
Yang benar menjadi salah, yang haram menjadi halal
Badan adalah kuburan bagi hati yang mati
Itulah orang hidup tapi mati

Jasad dan hati adalah terpisah
Tanpa hati…
Seperti jasad berjalan tanpa mata
Tanpa hati…
Seperti malam tanpa lampu, bintang dan rembulan
Kelam… gelap dan sunyi
Itulah jasad tanpa hati

Titik-titik air

Malam ini ku tak bisa memejamkan mata
Entah apa yang tersirat dalam benak
Rajakah atau impian yang tertunda
Atau mungkin hanya asa dibalik egoku

Setetes embun pagi kuharap esok menyapa
Diatas daun rerumputan kecil disamping rumahku
Dibalik jendela mungil, tetap ada asa dan cita
Dibalik jendela mungil, ada diri dengan seribu makna

Diatas sajadah kecil ini ada titik-titik air
Menetes sedikit demi sedikit
Membasahi goresan hati sang insani
Sejuta kata yang tersiratpun akan tersurat
Sejuta makna dari titik-titik air…

Dan… malam ini hanya ditemani bulan yang mengintip
Menunggu senja menyapa dengan senyum hangat
Menampik rasa sakit goresan hati sang insani
Hidup bagai pelangi, indah berwrna warni

*pukul 3:35 WIB*

Gerakan Penamu

Lewat gerakan penamu
Kau rangkai kisah
Tanpa kau sadari
Telah banyak cerita demi cerita
Yang kesemuanya
Memberikan arti tersendiri bagi dirimu
Cintamu, hari-harimu, cita-citamu
Impianmu, keinginanmu
Bahkan sampai masadepanmu
Tentunya… setumpuk cerita itu
Berbingkai pada kasih sayang
Dan cintamu
Kala semua itu kau buka kembali
Serta kau pahami satu persatu
Akan tampak bahwa
Cinta, kasih sayang
Yang dilandasi degan pengorbanan
Akan membawamu
Tuk mendapati cinta yang sejati

Kata Cinta

Katamu, cinta itu indah
Katamu, cinta itu anugerah
Katamu, cinta itu suci
Dan banyak lagi kata-kata cintamu itu
Tapi… mengapa kau buat aku sedih
Kecewa dan hampir gila
Apakah itu sebagian dari kata-kata cintamu?
Yang belum kau sampaikan ?

Tuhan… bimbinglah aku

Aku berjalan diantara gedung tinggi
Disampingku terdengar riuh dan ramai
Tuhan . . .
Kehidupan yang seperti inikah
Yang harus aku jalani
Begitu mahalkah arti kebahagiaan?
Hingga aku mesti menerima
Jalan hidup yang kau berikan
Aku hampir putus asa
Jalan mana yang harus aku pilih
Continue Reading »

Yang sesungguhnya

Bukan salahmu bila saat itu kau terpana
Bukan salahmu bila akhirnya kau berprasangka
Tapi mengapa kita harus berjumpa
Inikah warna kehidupan di dunia?
Kan kusesali itu semua
Bila telah membuatmu terluka
Yang kuingin hanya mengenalmu apa adanya
Continue Reading »